5 Manfaat Bermain Video Game Untuk Anak Kecil

Share:
Kamu jangan main game terus! Cepat ke kamar untuk belajar! Main game itu cuman ngabisin waktu!
Orangtua bermain game dengan anak
medicalxpress.com


Sebagai orang tua, kita harus selalu memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi anak secara fisik maupun mental. Karena itulah, ayah dan ibu selalu melarang kita memainkan sebuah video game, sebab mereka menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang sangat sia-sia, menghabiskan waktu, dan membuat kita menjadi bodoh.

Sebenarnya itu sangat masuk akal. Memangnya orangtua mana sih yang mau punya anak bodoh dan pemalas? Pasti tidak akan ada!

Walaupun begitu, alangkah baiknya bila kita menyingkirkan seluruh pikiran negatif kita. Bermain video game justru mempunyai manfaat yang sangat banyak bagi pertumbuhan otak sang anak. Misalnya saja kita bermain series Portal 1, kita harus memaksimalkan kerja otak untuk memecahkan misteri-misteri yang terdapat di game agar bisa membuka level baru. Atau bermain catur online untuk membuat otak sang anak berpikir kritis. Atau bermain minecraft untuk mengasah imajinasi sang anak.

Selain itu, bermain video game juga bisa membuat anak melatih emosi dalam diri mereka. Seperti munculnya kepuasan diri karena menang, atau merasakan frustasi karena kalah. Ini poin yang sangat penting. Jangan sampai kita malah membuat anak menjadi manusia penghitung tanpa emosi, yang hanya bisa menatap buku, menatap buku, dan menatap buku saja.

Ahem, sedikit keluar topik. Kalian para pembaca pernah denger berita tentang anak yang bunuh diri karena tidak masuk ke sekolah yang orangtuanya inginkan? Nah. Itulah yang akan terjadi kalau orangtua hanya memaksa anak untuk terus belajar tanpa memberikan sesuatu yang menghibur otaknya. Sang anak akan terus dilanda rasa depresi untuk memenuhi keinginan orangtuanya. Itulah kenapa saat kerja kerasnya sia-sia, ia sudah tidak punya harapan untuk hidup lagi-- dan akhirnya langsung bunuh diri. Miris kan?

Achoo, oke kembali ke topik.

Untuk menghilangkan pikiran negatif orang tua tentang game, kita disini akan melihat apa sajakah 5 Manfaat Bermain Video Game Untuk Anak Kecil.




1. Meningkatkan Rasa Persahabatan Antar Teman

Pernyataan ini bisa dibilang benar sekaligus salah. Kenapa?

Alasannya karena perlakuan anak sangat berlawanan dengan orang dewasa. Bila orang dewasa hanya bermain game karena ia tidak punya teman, tidak pandai bersosialisasi, dan tidak punya pekerjaan. Justru anak kecil lah sebaliknya. Anak-anak cenderung lebih sering keluar rumah, entah untuk main di rumah temannya, atau mengajak temannya pergi ke rental/warnet.

Menurut pengamatan saya, anak laki-laki paling sering bermain video games bersama grup'nya baik di satu ruangan ataupun secara online. Ketika game dimulai, mereka akan saling berkoordinasi & bekerjasama untuk meraih kemenangan. Disaat mereka menang, mereka akan bersuka-cita dan memuji teman lain yang MVP. Lalu disaat mereka kalah, mereka akan saling menyemangati untuk mencoba bermain lagi.

Kamu bisa lihat manfaatnya, kan? Selain meningkatkan rasa persahabatan, anak-anakpun secara tidak sadar sudah mempelajari tahap awal dari konsep teamwork yang akan berguna di masa depan nanti.


2. Mengetahui Sejarah Suatu Negara

Kunci utama kesuksesan dalam marketing video game itu adalah kreativitas dan inovasi dalam genre. Karena itulah seluruh developer game di dunia berlomba-lomba untuk membuat game seunik mungkin, agar hasil kerja kerasnya bisa laris di pasar internasional.

Namun tidak sedikit juga dari mereka yang memakai sebuah kisah nyata sebagai storyline utama. Sebagai contohnya adalah game populer Dynasty Warrior, story utama dalam game tersebut ialah berdasarkan sejarah nyata yang bernama Kisah Tiga Negara dari China, yang menceritakan zaman penghujung Dinasti Han dimana negara China saat itu terpecah menjadi tiga negara yang bermusuhan.

Selain sejarah, kalian juga bisa mempelajari budaya kuno dari beberapa video game. Contohnya kau bisa mengetahui sebuah budaya di zaman Nordik saat bermain Skyrim, dan kau juga bisa mempelajari berbagai mitologi & legenda-legenda di game Age of Mytology.

Dengan bermain video game tersebut, mungkin akan bisa menyalakan ketertarikan anak dalam mempelajari sejarah dunia.


3. Melatih Kreativitas dan Problem-Solving

Berbagai video game bisa membantu perkembangan otak sang anak. Seperti disaat sepupu kecil saya bermain Legend of Zelda. Dia harus mencari, bernegoisasi dengan NPC, merencanakan sesuatu, menyelesaikan misi, dan mencoba berbagai metode untuk bisa melanjutkan game ke tahap selanjutnya. Walaupun itu adalah aktivitas yang agak susah untuk dilakukan anak kecil, tapi memang patut dicoba.

Lalu bagaimana dengan melatih kreativitas? Jawabannya adalah bermain game Minecraft. Game bertema menyusun blok-blok ini memang dikenal karena melatih kreativitas para pemainnya. Kamu bisa membuat rumah, hotel, gunung, dan bangunan lainnya hanya dengan bermodalkan menyusun blok saja.


4. Membuat Anak Merasakan Berkompetisi

Berkompetisi dalam sesuatu adalah hal yang normal untuk anak yang sehat, khususnya anak laki-laki. Nah karena itulah video game bisa dijadikan ajang bertanding & berkompetisi antar teman.

Menurut survey saya yang dilakukan kepada anak muda, "Aku suka bertanding dengan orang, dan aku suka kemenangan" adalah alasan yang paling populer untuk bermain video game -- karena itulah, video game adalah tempat yang aman untuk mengekspresikan rasa berkompetisi antar teman, dan memberikan kesempatan bertanding kepada anak yang tidak pandai berolahraga.


5. Mendekatkan Anak Dengan Orangtua

Bermain video game bisa mendekatkan diri dengan anak?

Baru-baru ini, saya melihat anak teman saya yang berumur 10-tahun mengajak ayahnya bermain Guitar Hero. Karena game tersebut berisikan musik-musik masa lalu dan masa sekarang'lah yang membuat anak tersebut tertarik. Bagian yang paling menyenangkan adalah ketika si anak menjadi hebat dan akhirnya mengajarkan skill nya pada orangtua nya.

Itulah yang menambah persentase untuk menghabiskan waktu bersama dengan anak, yang mungkin akan membuat si anak menjadi terbuka dan berbagi keluh-kesahnya di masa depan nanti.


Itulah 5 Manfaat Bermain Video Game Untuk Anak Kecil yang bisa saya berikan. Bagaimana? Sekarang kalian sudah paham kan?

Zaman sudah semakin modern, alangkah baiknya jika pikiran kitapun mengikuti perkembangan zaman. Belajar itu tidak harus selalu dari buku saja, banyak sekali aktivitas-aktivitas belajar sambil bermain yang bahkan lebih membuat anak tertarik dibandingkan membaca buku.

Aktivitas seperti ini layaknya dua sisi koin, ada yang postitif, ada juga yang negatif. Kalau memang seperti itu, mengapa kita tidak membuang sisi negatifnya saja?

Terima kasih.

No comments