Indonesia Akan Bubar Di Tahun 2030. Benarkah Itu?

Share:

Tanggal 19 Maret 2018 lalu, para netizen Indonesia lagi-lagi dibuat naik darah oleh sebuah rekaman video yang berisikan pidato kontroversial dari pak Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra. Bagaimana tidak, sebab dalam pidato tersebut seorang pemimpin partai sekelas Gerindra berani menyebutkan bahwa Indonesia Akan Bubar Di Tahun 2030.

Inilah isi pidato tersebut;


Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini. Tetapi, di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030

Pantaskah seorang politikus senior berbicara seperti ini? Walaupun itu hanyalah sekedar peringatan dini berdasarkan analisis data-data secara singkat, tapi tetap saja pernyataan tersebut melambangkan rasa pesimistis dari seorang tokoh yang 'mungkin' suatu saat akan menjadi pemimpin negara ini. Serius. Blunder sekali.

Mengesampingkan sikap pesimis, ternyata pernyataan tersebut juga sangat tidak sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang kini semakin membaik dari tahun ke tahun.
"Itu perlu ditanya juga kan harus ada kajian ilmiah, analisis. Anda kan sering baca juga analisis Indonesia oleh orang luar kan optimisme dibangun orang-orang luar atas perkembangan di Indonesia, oleh pakar-pakar ekonomi tingkat dunia loh ya," kata Johan, Staf Khusus Komunikasi Presiden.

Parahnya lagi, pak Prabowo dan Gerindra tidak bisa menunjukan sumber rujukan 'penelitian' yang dimaksud. Tentu saja kita heran, sebab para lembaga-lembaga keuangan dunia justru meramalkan bahwa Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi global dalam beberapa tahun kedepan. Saya khawatir pidato tersebut hanya sekedar mencari sensasi dan mengundang simpati belaka tanpa ada validasi datanya dan akuntabilitasnya.

Lalu saya menemukan satu hal yang paling konyol, yaitu; pidato yang berisi prediksi Indonesia akan bubar di tahun 2030 tersebut bereferensi dari sebuah novel berjudul Ghost Fleet: Novel of The Next World War. Seorang politikus seharusnya memiliki sifat optimis dan bermimpi untuk kesejahteraan rakyat. Bukannya membuat pernyataan kontroversial yang rujukannya berasal dari sebuah Novel.

Bagaimana menurutmu, apakah kamu setuju dengan pernyataan Prabowo tersebut, atau sangat tidak setuju?

Catatan

Saya bukanlah pendukung pak Jokowi atau lainnya. Saya netral. Malah kenyataannya saya sangat membenci politik, itulah kenapa saya bisa berbicara blak-blak'an seperti ini mengenaai seorang tokoh politikus yang cukup dikenal masyarakat luas.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya..

1 comment: