Rasisme, Penyebabnya dan Akibatnya

Share:
Rasisme, Penyebabnya dan Akibatnya
All Hail!

Kita semua tahu bahwa manusia itu dilahirkan berbeda, ada yang dilahirkan dengan kulit putih, hidung mancung dan anggota tubuh normal. Namun, ada juga yang terlahir dengan kulit hitam, ditambah dengan anggota tubuh yang tak sempurna.

Lalu, apakah terlahir berbeda merupakan dosa dan kesalahan kita sebagai manusia?

Tentu saja tidak. 

Perlu diketahui bahwa tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang menginginkan terlahir dengan kekurangan pada tubuhnya, seperti cacat kaki, kelainan tulang, dan lain sebagainya.. Itupun berlaku bagi para penyandang difabel/disabilitas.

Mereka semata-mata mendapat kelainan pada tubuhnya karena takdir.

Baiklah, mari menuju topik yaitu Rasisme, Penyebabnya dan Akibatnya.


Idih, kulit nya hitam banget tuh. Bikin ilfeel ya..

Rasisme menurut KBBI diartikan sebagai paham atau golongan yang menerapkan pembedaan ciri-ciri fisik (seperti warna kulit) dalam masyarakat. Rasisme juga bisa diartikan sebagai paham diskriminasi suku, agama, ras, golongan ataupun ciri-ciri fisik umum untuk tujuan tertentu.


Mudahnya, orang yang menganut paham rasisme akan menganggap bahwa ras/suku-nya adalah yang paling superior dan akhirnya menjelek-jelekan ras lain.


Sebenarnya jika kamu perhatikan, sikap rasis sendiri sering ditemui di Indonesia

Contohnya:  •  Supporter Bola yang sering menyanyikan lagu berupa hujatan untuk lawannya
                      •  Orang Tionghoa yang sering disebut "Udah sipit, pelit pula."
                      •  Orang Timur yang sering dicemooh karena berkulit hitam.


Lalu apa penyebab dari orang bersikap rasis kepada sesamanya? Mari simak baik-baik


Penyebab Dari Rasisme

Kebijakan Dari Pemerintah

Kebijkan dari pemerintah merupakan salah satu penyebab rasis yang paling sering terjadi di dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Pada masa orde lama hingga orde baru.. Etnis Tionghoa yang menetap di Indonesia selalu mendapat diskriminasi dari pemerintah setempat dengan cara memberikan kebijakan yang sangat 'membatasi'.

Contohnya: • Etnis Tionghoa diberi tanda khusus dalam Kartu Tanda Penduduk
                    • Tidak boleh menjadi Tentara serta Pegawai Negeri
                    • Dilarangnya memiliki tanah di kawasan pedesaan

Didikan Orang Tua

Kelak apa yang kamu ajarkan kepada anakmu, pasti akan melekat pada kepribadiannya

Sungguh ironis, ternyata orang tua menjadi salah satu faktor penyebab rasisme yang paling sering terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kalau sejak kecil sudah diajarkan "Jangan berteman sama anak cina itu, dia pelit & rakus."
maka bisa dipastikan ajaran orang tua tersebut akan melekat pada diri anak tersebut hingga kelak ia dewasa. Dan sang anak tersebut pasti akan mengajarkan hal yang sama kepada anaknya, sehingga terjadi rantai kebencian yang tidak pernah terputus.

Lalu, apa sajakah akibat-akibat yang akan ditimbulkan dari sikap rasis ini?

Akibat Dari Rasisme

Retaknya Hubungan Antarsesama

Bersikap rasis itu dapat membuat hubungan menjadi retak alias tidak akur. Contohnya saja supporter bola Aremania dan Bonekmania,

Hubungan yang retak tersebut diakibatkan setiap dari mereka selalu menyanyikan lagu yang menjelek-jelekan lawan. Lalu hasilnya? Dimanapun mereka bertemu selalu terjadi bentrokan dan perselisihan yang tak dapat terhindari.

Memunculkan Rasa Kebencian

Sebenarnya alasan utama adanya rasisme itu sendiri berasal dari rasa benci.

Contohnya, supporter bola A menyanyikan lagu yang menyinggung supporter B. Mendegar lagu tersebut, supporter B yang tadinya santai menjadi berantai.

Lalu supporter B juga menyanyikan lagu yang menyinggung supporter A. Dan terus sebagainya hingga memunculkan rasa benci di kedua belah pihak

Terjadinya Konflik

Masih ingat dengan peristiwa Tragedi 1998 yang terjadi pada 13 - 15 Mei 1998 lalu? Ya, itu adalah tragedi paling kelam yang pernah dialami bangsa Indonesia.

Itu adalah kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa, pada masa itu.. Orang-orang menjarah toko-toko milik etnis Tionghoa, lalu banyak perempuan Tionghoa yang diperkosa, disiksa, lalu dibunuh.


Penutup

Tidak ada manusia yang dilahirkan dengan kondisi fisik yang sama, semuanya pasti saling berbeda..

Lalu apa masalahnya kita belajar bertoleransi dan saling menerima kelebihan & kekurangan masing-masing?.

Saya yakin, jika semua orang di dunia ini saling menerima kelebihan & kekurangan masing-masing, pasti bisa mencegah berbagai konflik yang akan terjadi akibat dari rasisme.





No comments